Saat itu, aku yang baru bisa naik sepeda sedang berjalan-jalan dengan sepedaku. Ketika hendak melewati polisi tidur, kulihat seorang anak perempuan yang kusukai sedang melihatku. Walaupun belum pernah kucoba, kuberanikan untuk melewati polisi tidur dengan hanya satu tangan yang memegang setir. Sungguh sial ketika melewati polisi tidur, badanku sedikit terpental dan buah zakarku terbentur setir. Aku lalu terjatuh dan menangis. Jangankan mengharap rasa kagum dari perempuan itu, kesembuhan luka akibat jatuh pun tidak bisa diharapkan dalam waktu singkat.
No comments:
Post a Comment